Minggu, 15 November 2015


Beberapa tahun terakhir, beberapa device memiliki USB (Universal Serial Bus) dengan bentuk berbeda. Rata – rata sekitar 3 milyar port USB dijual setiap tahunnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan USB hanya mengandalkan soal kecepatan dan kemudahan untuk penggunanya. Di saat ada celah dalam pengembangan USB, USB terbaru yaitu USB Type-C telah diselesaikan pada awal bulan Maret 2015 ini dan mencoba untuk memasuki persaingan dunia USB.


Berikut ini akan dijelaskan beberapa Tipe USB dari Tipe awal sampai yang terbaru.


USB Type-A



USB Type-A atau sering disebut USB Standard-A, ini adalah desain asli dari standar USB dengan bentuk pipih dan persegi panjang.

Pada bagian kabel USB, konektor Type-A atau konektor A-male, adalah bagian yang masuk kehost, misalnya seperti komputer. Dan pada bagian host, port USB Type A-male dimasukan, sedangkan port A-female merupakan tempat masuknya port A-male (colokannya). Port Type-A paling sering digunakan device host, seperti desktop, laptop, game console, media player dan sebagainya.

Sedangkan untuk versi USB yang berbeda termasuk USB 1.1, USB 2.0, USB 3.0 (dan versi lainnya) adalah bentuk USB Type-A. Yang berarti konektor Type-A selalu cocok dengan port Type-A bahkan jika device dan host menggunakan versi USB yang berbeda. Misalnya, external harddisk dengan USB 3.0 juga bias bekerja dengan port USB 2.0 dan sebaliknya.

Sisi kiri USB Type-A v 2.0 dan yang kanan v 3.0 bewarna biru

Begitu pula dengan device kecil seperti mouse, keyboard, network adapter yang memiliki kabel USB selalu menggunakan konektor Type-A , atau device kecil lain yang tidak memiliki kabel seperti flashdisk atau bluetooth.

Meskipun konektor dan port USB 3.0 telah memiliki pin lebih banyak dari USB versi 2.0 untuk memiliki kecepatan dan daya dalam output dan input, pin ini dibuat dengan cara kerja yang berbeda dari versi yang lama.

Selain itu, ada juga Type-A yang kecil untuk colokan dan konektor, termasuk mini Type-A dan micro Type-A, tapi sangat sedikit yang mengunakan desain ini.


USB Type-B



Biasanya konektor Type-B adalah ujung kabel USB standar yang dihubungkan ke device peripheral (seperti printer, ponsel, atau harddisk external). Ini juga dikenal sebagai Type B-male. Pada perangkat peripheral, port USB disebut sebagai Type B-female.

Karena device peripheral memiliki banyak bentuk dan ukuran, masing-masing konektor Type-B dan port memiliki berbagai desain. Hingga saat ini ada lima desain populer dari konektor dan colokan USB Type-B. Dan sejak ujung Type-A dan USB sama, ujung Type-B digunakan untuk menentukan nama kabel itu sendiri.


Berikan jenis – jenis USB Type-B :
  • Original Standar (Standard-B) – Desain ini pertama kali dibuat untuk USB 1.1 dan juga digunakan USB 2.0. Sebagian besar digunakan untuk menghubungkan device peripheral yang besar, seperti printer atau scanner ke komputer.
  • Mini-USB (atau Mini-B USB) – Hadir dengan sangat kecil, port Mini-USB Type-B bisa ditemukan untuk drive portable tua seperti kamera, smartphone dan drive portable lainnya. Desain ini mulai ditinggalkan dan tidak digunakan lagi.
  • Micro-USB (atau Micro-B USB) – Ukurannya sedikit lebih kecil dibandingkan Mini-USB, port Micro-USB Type-B saat ini sangat populer, digunakan untuk smartphone dan tablet terbaru.
  • Micro-USB 3.0 (atau Micro-B USB 3.0) – ini adalah desain terbaru dan sebagian besar digunakan untuk USB 3.0 drive portable. Saat ini, ujung kabel Type-A bewarna biru.
  • Standard-B USB 3.0 – Desain ini sangat mirip dengan Standard-B, bagaimana pun ini di desain untuk kecepatan USB 3.0. Saat ini, ujung kabelnya bewarna biru.

USB Type-B: Dari kiri, Standard-B, Mini-B, Micro-B, Micro-B USB 3.0, dan Standard-B USB 3.0.

Sebenarnya masih ada juga jenis lain yang kurang populer, seperti colokan dan konektor USB 3.0 Powered-B. Desain ini memiliki dua pin tambahan untuk memberikan daya tambahan ke device peripheral. Selain itu, ada juga Micro Type-AB yang sangat langka memungkinkan device untuk bekerja sebagai host atau device peripheral.


USB Eksklusif


Tidak semua device menggunakan kabel USB standar yang disebutkan di atas. Beberapa dari mereka ada yang menggunakan desain eksklusif Type-B ditempatkan pada colokan dan konektor. Contoh yang paling terkenal dari tipe ini adalah iPhone dan iPad, dimana ada 30 pin atau konektor lightning yang ditempatkan di ujung Type-B. Sedangkan bagian akhir dimana ujungnya yang merupakan Type-A masih menjadi standarnya.


Berikut ini table dari perbedaan versi USB :



USB Type-C (USB-C)



Secara bentuk, port dan konektor Type-C memiliki ukuran yang sama dengan USB Micro-B yang telah disebutkan di atas. Port Type-C hanya berukuran 8.4 mm dan 2.6 mm. Ini berarti ukurannya sangat kecil dan cukup untuk device kecil. Dengan adanya Type-C, kabel USB dibagian ujungnya akan sama, memungkinkan untuk digunakan secara bolak balik. Jadi kamu tidak perlu kawatir USB terbalik atau tidak ketika mencolokkannya.

Dikabarkan akan disebar luaskan mulai tahun 2015, USB Type-C akan mendukung USB 3.1 dengan kecepatan tertinggi 10Gbps dan memiliki daya output lebih tinggi hingga 20V (100W) dan 5A. Kebanyakan notebook 15-inc membutuhkan daya sekitar 60W, ini berarti laptop masa depan bisa dicharge seperti smartphone atau tablet masa kini, melalui port USBnya. Buktinya, Apple Macbook 12inc terbaru adalah laptop pertama yang menggunakan USB Type-C dan itu digunakan sebagai port power.

Disisi lain, USB-C akan memungkinkan vendor storage untuk membuat bus-powered (tidak memerlukan power adaptor terpisah) di hardisk eksternal untuk kapasitas yang lebih besar, karena bisa memberikan daya yang cukup untuk menjalankan satu atau bahkan beberapa hardisk desktop.

USB Type-C juga memungkinkan untuk daya dua arah, sehingga selain untuk charge device peripheral, jika memungkinkan, device peripheral juga bisa digunakan untuk charge device host. Singkatnya, kamu bisa melakukan apa pun dengan power adaptor dan kabel USB. USB Type-C secara derastis juga mengurangi jumlah kabel yang diperlukan untuk membuat device bekerja.


Kemunduran Kompatibilitas

USB Type-C dan USB 3.1 adalah kemunduran kompatibilitas dengan USB 3.0 dan USB 2.0. Di koneksi USB Type-C yang asli, port dan colokan Type-A tidak dibutuhkan. Bagaimana pun juga, untuk kompatibilitas, kamu bisa menemukannya di kabel Type-A sampai ke Type-C. Dari semua itu, harus ada adapter host Type C dan device yang membuatnya bekerja dengan USB yang ada.

Ini adalah pertama kalinya USB membutuhkan adapter, dan kemungkinan hanya saat ini, setidaknya tidak membicarakan masa depan. USB Implementers Forum, grup yang bertanggung jawab untuk pengembangkan USB, mengatakan bahwa USB Type-C didesain untuk masa depan, karena versi USB ini memang jauh lebih cepat.

USB Type-C mungkin akan membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk bisa sepopuler USB Type-A, tapi itu pasti terjadi mengingat banyak keuntungan yang didapatkan. Selain itu karena sekarang orang menyukai device yang ramping tapi kuat, USB Type-C sangat bisa diandalkan.

Sumber : Winpoin



0 komentar:

Posting Komentar

Join Us!

Chat Here!!!

Popular Posts